CATU DAYA



Pengertian dari istilah “catu-daya” atau “power-supply” biasanya berarti suatu sistem penyearah-filter (rectifier-filter) yang mengubah ac menjadi dc murni. Banyak rangkaian catu-daya yang berlainan yang dapat digunakan untuk pekerjaan tersebut. komponen utama rangkaian catu daya yang akan kita bahas disini yaitu trafo step down, dioda silicon dan kondensator elektrolit (elco). sedangkan untuk komponen sekundernya yaitu IC dan transistor yang berfungsi sebagai regulator untuk membersihkan arus DC dari paku – paku tegangan AC yang mana paku – paku ini biasanya memberikan efek bunyi dengung dan desis (noise) pada peralatan audio.
Catu daya ada 2 jenis yaitu catu daya simetris dan catu daya tunggal. Sedangkan dari bentuknya catu daya ada 2 bentuk yaitu catu daya gelombang penuh dan setengah gelombang.
Prinsip penyearah (rectifier) yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar-1 berikut ini. Transformator diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan sekundernya.

Gambar 1
Pada rangkaian ini, dioda berperan untuk hanya meneruskan tegangan positif ke beban RL. Ini yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half wave). Untuk mendapatkan penyearah gelombang penuh (full wave) diperlukan transformator dengan center tap (CT) seperti pada gambar-2.

Gambar 2
 
Tegangan positif phasa yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan phasa yang berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT transformator sebagai common ground.. Dengan demikian beban R1 mendapat suplai tegangan gelombang penuh seperti gambar di atas. Untuk beberapa aplikasi seperti misalnya untuk men-catu  motor dc yang kecil atau lampu pijar dc, bentuk tegangan seperti ini sudah cukup memadai. Walaupun terlihat di sini tegangan ripple dari kedua rangkaian di atas masih sangat besar.

Gambar 3
Pada gambar ini merupakan rangkaian catu daya gelombang penuh pada trafo non CT. Anda bisa menggunakan separuh gelombang tegangan lagi sebagai CT. Atau anda juga bisa menggabungkan dua trafo non CT jika ingin mendapatkan catu daya gelombang penuh.
 




READMORE
 

RICHIE RIZKY ADI PUTRA


ANALISIS EKIVALENSI CASH FLOW



Sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
  • Present Worth Analysis

Analisis nilai sekarang, yang didasarkan pada konsep ekuivalensi, dimana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan terhadap waktu sekarang pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum attractive rate of return - MARR).
Ada 3 situasi periode analisis yang akan digunakan:
  1. Usia pakai = periode analisis
  2. Usia pakai ≠ periode analisis
  3. Periode analisis ~
Semua situasi bisa diselesaikan dengan cara menghitung Net Present Value (NPV) masing-masing alternative, yaitu: NPV = PV pendapatan – PV pengeluaran = PV of benefit – PV of cost.
Jika NPV ≥ 0 , investasi/alternatif tersebut akan menguntungkan/layak (feasible).
Jika NPV < 0 , investasi/alternatif tersebut tidak menguntungkan/tidak layak (infeasible).
NPW yang paling besar, alternative yang paling menarik untuk dipilih.
 Present Worth Analysis digunakan untuk untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang. Untuk menghitung Pw bisa menggunakan fungsi pw() yang ada dimicrosoft excel. Ada lima parameter yang ada dalam fungsi pw(), yaitu :
1.  Rate, tingkat suku bunga pada periode tertentu bisa per bulan ataupun per tahun.
2.  Nper, jumlah angsuran yang dilakukan.
3. Pmt, besar angsuran yang dibayarkan.
4. Fv, nilai akan datang yang akan dihitung nilai sekarangnya.
5. Type, jika bernilai 1 pembayaran dilakukan diawal periode, jika bernilai 0 pembayaran dilakukan diakhir periode.
Contoh:
Pemerintah Kota Depok berencana membangun sebuah instalasi pengolahan air bersih. Ada dua alternatif dalam upaya realisasi proyek tersebut, yakni dengan pembangunan bertahap atau pembangunan langsung. Umur rencana yang di estimasikan adalah 50 tahun. Bila pembangunan dilakukan bertahap, maka pembangunan awal akan menghabiskan biaya $300.000.000, dan tahap berikutnya setelah 25 tahun yang akan datang dengan estimasi biaya menghabiskan $350.000.000. Dan bila pembangunan dilakukan sekali menghabiskan biaya $400.000.000. Dengan suku bunga 6% alternatif mana yang akan dipilih?


Penyelesaian:
Pembangunan Bertahap:
PW of Cost = $300.000.000 + $350.000.000 (P/F,6%,25)
                   = $300.000.000 + $81.600.000
                   = $381.600.000

Pembangunan Tidak Bertahap:
PW of Cost = $400.000.000

Ternyata pembangunan bertahap menghabiskan biaya yang lebih kecil sehingga alternatif ini yang dipilih.

  •  Future Worth Analysis
Future worth analysis (analisis nilai masa depan) didasarkan pada nilai ekuivalensi semua arus kas masuk dan arus kas keluar di akhir periode analisis pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (MARR). Oleh karena tujuan utama dari konseptime value of money adalah untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan investasi modal. Hasil FW alternative sama dengan PW, dimana FW = PW (F/P,i%,n). Perbedaan dalam nilai ekonomis yang dihasilkan bersifat relative terhadap acuan waktu yang digunakan saat ini atau masa depan. Untuk alternatif tunggal, jika diperoleh nilai FW ≥ 0 maka alternatif tersebut layak diterima. Sementara untuk situasi dimana terdapat lebih dari satu alternatif, maka alternatif dengan FW terbesar merupakan alternatif yang paling menarik untuk dipilih. Pada situasi dimana alternatif yang ada bersifat independent, dipilih semua alternatif yang memiliki FW ≥ 0.

Future Worth Analysis digunakan untuk memaksimalkan laba masa depan, informasi ekonomis yang diperoleh dari analisis ini sangat berguna dalam situasi-situasi keputusan investasi modal.
CONTOH : 
 Sebuah perusahaan sedang mempertimbangkan peralatan baru seharga Rp. 30.000.000. Dengan peralatan baru akan diperoleh penghematan sebesar Rp. 1.000.000 per tahun selama 8 tahun. Pada akhir tahun ke-8, peralatan itu memiliki nilai jual Rp. 40.000.000. Jika tingkat suku bunga 12% per tahun dan digunakan future worth analysis, apakah pembelian peralatan baru tersebut menguntungkan?

Penyelesaian:
FW = 40000000 + 1000000(F/A,12%,8)  – 30000000(F/P,12%,8)
NPV = 40000000 + 1000000(12,29969) – 30000000(2,47596)
NPV = -21.979.110
Oleh karena NPV yang diperoleh < 0 maka pembelian peralatan baru tersebut tidak menguntungkan.

  • Annual Worth Analysis

Annual worth analysis (analsisi nilai tahunan) didasarkan pada konsep ekuivalensi dimana semua arus kas masuk dan arus kas keluar diperhitungkan dalam sederetan nilai uang tahunan yang sama besar pada suatu tingkat pengembalian minimum yang diinginkan (minimum attractive rate of return – MARR).
Hasil AW alternatif sama dengan PW dan FW, dimana AW = PW (A/P,i,n) dan AW = FW (A/F,i,n). Dengan demikian, AW dari setiap alternatif dapat dihitung juga dari nilai-nilai ekuivalensi lainnya.

Nilai AW alternatif diperoleh dari persamaan: AW = R – E – CR
dimana:           R    = revenue (penghasilan atau penghematan ekuivalen tahunan)
                        E     = expenses (pengeluaran ekuivalen tahunan)
                        CR = capital recovery (pengembalian modal)
Capital recovery (CR) suatu alternatif adalah nilai seragam tahunan yang ekuivalen dengan modal yang diinvestasikan.
CR = I(A/P.i,n) – S(A/F,i,n)
CR = (I-S) (A/F,i,n) + I(i)
CR = (I-S) (A/P,i,n) + S(i)
Dimana:           I = investasi awal alternatif
                        S = nilai sisa di akhir usia pakai
                        n = usia pakai alternatif
Annual worth analysis digunakan untuk penggantian analisis nilai biaya ataupun investasi.
CONTOH : 
Investasi modal sebuah mesin yang dibeli dua tahun lalu adalah $20.000. Mesin tersebut telah disusutkan dengan menggunakan metode MACRS (GDS), dan BVnya saat ini adalah sebesar $9.600. MV mesin tersebut, jika dijual saat ini, adalah $5.000 dan akan memerlukan biaya $2.000 untuk mereparasi mesin agar tetap dapat dipergunakan selama lima tahun lagi. Berapakah (a) total investasi aset lama dan (b) nilai yang tidak diamortisasi?
Penyelesaian:
Investasi aset lama adalah MVnya saat ini plus setiap pengeluaran yang dibutuhkan agar aset masih dapat dipergunakan (dan dapat dibandingkan) relatif terhadap mesin baru yang tersedia.
(a)   Investasi untuk mempertahankan mesin sekarang adalah $5.000 + $2.000 = $7.000
(b)   Jika mesin ini dijual sebesar $5.000, nilai yang tidak diamortisasi akan sebesar $9.600 - $5.000 = $4.600





READMORE
 

RICHIE RIZKY ADI PUTRA


PENGERTIAN BUNGA



Istilah bunga digunakan untuk menggambarkan sebuah pinjaman atas penggunaan sejumlah uang untuk keperluan finansial. Sedangkan suku bunga adalah persentase dari sejumlah uang yang dipinjam berdasarkan waktu. Dengan adanya bunga maka satu dollar yang dimiliki sekarang akan lebih berharga dari satu dollar yang akan diterima beberapa tahun dari saat ini diakibatkan adanya kesempatan untuk menginvestasikan uang tersebut dan hasilnya akan dikembalikan plus dengan suku bunganya.

·         BUNGA SEDERHANA (SIMPLE INTEREST)

Apabila bunga total yang dihasilkan akan dikenakan berbanding linear dengan besarnya pinjaman awal, tingkat bunga dan banyaknya periode waktu pinjaman yang dikomitmenkan oleh pokok pinjaman itu, maka tingkat atau suku bunga dikatakan sederhana. Rumusnya sebagai berikut:

I = (P) (N) (i)

Dimana,           P  = banyaknya pokok pinjaman yang dipinjam / dipinjamkan
                        N = banyaknya periode bunga (misalnya tahun)
                        i   = tingkat / suku bunga per periode

·         BUNGA MAJEMUK (COMPOUND INTEREST)

Apabila bunga yang dibebankan untuk setiap periode didasrkan pada sisa pinjaman pokok ditambah setiap beban bunga yang terakumulasi sampai dengan awal periode itu,  bunga itu disebut dengan bunga majemuk. Contoh terlihat pada tabel dibawah ini:

Periode
(1)
Jumlah terhutang pada awal periode
(2) = (1) x 10%
Besarnya bunga pada periode
(3) = (1) + (2)
Jumlah terhutang pada awal periode
1
$ 1,000
$ 100
$ 1,100
2
$ 1,100
$ 110
$ 1,210
3
$ 1,210
$ 121
$ 1,331
Pengaruh bunga Majemuk dengan suku bunga 10%, pinjaman $ 1,000.

Jenis – Jenis Bunga Dalam Ekonomi Teknik

Dalam ekonomi teknik dikenal juga bunga perbankan. Pada suatu kasus ekonomi teknik, kita sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan modal. Salah satu alternatif yang tersedia adalah pinjaman ( hutang ). Dalam mencari pinjaman juga terdapat alternatif pilihan tersendiri. Hal ini umumnya didasarkan pada bunga yang ditawarkan. Berikut ini adalah jenis-jenis bunga dalam ekonomi teknik.

1. Bunga Tetap (Fixed Interest)
Dalam sistem ini, tingkat suku bunga akan berubah selama periode tertentu sesuai kesepakatan. Jika tingkat suku bunga pasar (market interest rate) berubah (naik atau turun), bank akan tetap konsisten pada suku bunga yang telah ditetapkan. Lembaga pembiayaan yang menerapkan sistem bunga tetap menetapkan jangka waktu kredit antara 1-5 tahun.
Keuntungan bagi anda adalah jika suku bunga pasar naik, anda tidak akan terbebani bunga tambahan. Sebaliknya jika suku bunga pasar turun dan selisihnya lumayan besar, maka ada baiknya anda mempertimbangkan untuk melakukan refinancing. anda mesti menyelesaikan kredit lebih cepat dan mengganti dengan kontrak baru yang berbunga rendah (Pinjaman Tunai).

2. Bunga Mengambang (Floating Interest)
Dalam sistem ini, tingkat suku bunga akan mengikuti naik-turunnya suku bunga pasar. Jika suku bunga pasar naik, maka bunga kredit anda juga akan ikut naik, demikian pula sebaliknya. Sistem bunga ini diterapkan untuk kredit jangka panjang, seperti kredit kepemilikan rumah, modal kerja, usaha dan investasi.

3. Bunga Flat (Flat Interest)
Pada sistem bunga flat, jumlah pembayaran pokok dan bunga kredit besarnya sama setiap bulan. Bunga flat biasanya diperuntukkan untuk kredit jangka pendek. contoh, kredit mobil, kredit motor dan kredit tanpa agunan. Lihat Pinjaman Cepat dan Usaha Pinjaman.

4. Bunga Efektif (Effective Interest)
Pada sistem ini, perhitungan beban bunga dihitung setiap akhir periode pembayaran angsuran berdasarkan saldo pokok. Beban bunga akan semakin menurun setiap bulan karena pokok utang juga berkurang seiring dengan cicilan. Jangan membandingkan sistem bunga flat dengan efektif hanya dari angkanya saja. Bunga flat 6% tidak sama dengan bunga efektif 6%. Besar bunga efektif biasanya 1,8-2 kali bunga flat. jadi, bunga flat 6% sama dengan bunga efektif 10,8%-12%.

5. Bunga Anuitas (Anuity Interest)
Bunga anuitas boleh disetarakan dengan bunga efektif. Bedanya, ada rumus anuitas yang bisa menetapkan besarnya cicilan sama secara terus-menerus sepanjang waktu kredit. jika tingkat bunga berubah, angsuran akan menyesuaikan.


READMORE
 

Ekonomi Teknik (SoftSkill)

Definisi dan Ruang Lingkup Ekonomi Teknik
Definisi Ekonomi Teknik : Disiplin ilmu yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi dalam teknik yang terdiri dari evaluasi sistematis dari iaya-biaya dan manfaat-manfaat usulan proyek-proyek teknik.
Ekonomi Teknik (Engineering Economics) mencakup prinsip-prinsip dan berbagai teknis matematis untuk pengambilan keputusan ekonomis. Dengan teknik-teknik ini, suatu pendekatan yang rasional untuk mengevaluasi aspek-aspek ekonomis dari alternatif-alternatif yang berbeda dapat dikembangkan. Secara kasar dapat disebutkan bahwa penggunaan terbesar ekonomi teknik adalah evaluasi beberapa alternatif untuk menetukan suatu aktivitas atau investasi paling sedikit memberikan kerugian (Least Costly) atau yang memberikan keuntungan paling banyak (Most Profitable).
Studi ekonomi teknik membantu dalam mengambil keputusan optimal untuk menjamin penggunaan dana (uang) dengan efisien. Studi ekonomi teknik harus diadakan sebelum setiap uang akan diinvestasikan/dibelanjakan atau sebelum komitmen-komitemen diadakan. Studi ekonomi teknik dimulai dari sekarang (now). Kesimpulan-kesimpulannya bergantung pada prediksi kejadian-kejadian (event) yang akan datang.
Studi-studi ekonomi teknik membutuhkan waktu untuk perhitungan-perhitungan yang cermat. Meskipun studi-studi sistematis ini bukan suatu instrumen kecermatan/keseksamaan (precission), melibatkan banyak faktor, perlu berdasarkan estimasi biaya-biaya dan pendapatan-pendapatan yang akan menjadi sasaran kesalahan (error), kemungkinan untuk memperoleh jawaban yang benar dalam membandingkan alternatif-alternatif peralatan akan jauh lebih besar dengan estimasi-estimasi rinci daripada keputusan-keputusan yang akan diambil atas dasar pengalaman atau intuisi seseorang. Bisnis yang sehat akan mendasarkan pada keputusan-keputusan yang sudah diperhitungkan dengan cermat. Oleh sebab itu, untuk keputusan-keputusan manajemen, faktor pengalaman dan pertimbangan saja ada.
Tugas-tugas Ekonomi Teknik : Menyeimbangkan berbagai tukar rugi diantara tips-tips biaya dan kinerjanya.
Proses Pengambilan Keputusan Ekonomi Teknik
1.       Mengenali adanya suatu masalah
*         Masalah harus dimengerti dengan baik dinyatakan secara eksplisit.
*        Kadang-kadang tidak disadari adanya masalah.
2.       Mendefinisikan Tujuan
 Karena masalah, menyebabkan tidak tercapainya tujuan yg telah ditetapkan.
3.       Mengumpulkan data-data yang relevan
4.       Mengidentifikasi alternatif-alternatif yang dapat dipilih. Minimal dua alternative.
Dua alternatif yang kadang diabaikan:
*        Alternatif untuk tidak melakukan apa-apa (tetap melakukan seperti saat ini, tidak perlu mengeluarkan uang untuk menyelesaikan masalah ini)
*         Alternatif untuk memperbaiki dan menggunakan kembali.
5.       Memilih kriteria untuk menentukan alternatif terbaik
6.       Membangun hubungan antara tujuan, alternatif,data, dan kriteria yang dipilih untuk dijadikan sebuah model.
7.       Memperkirakan akibat-akibat yang muncul dari setiap alternatif.
8.       Pemilihan alternatif terbaik untuk mencapai tujuan.
            *       Akibat yang ditimbulkan harus dipertimbangkan.
            *         Memilih yang sesuai dengan kriteria.
Tahap-tahap Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan yang rasional merupakan proses yang komplek. Delapan step rational decision making proses:
1.       Mengenal Permasalahan
2.       Definisikan Tujuan
3.       Kumpulkan Data yang Relevan
4.       Identifikasi alternative yang memungkinkan (feasible)
5.       Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif terbaik
6.       Modelkan hubungan antara kriteria, data dan alternative
7.       Prediksi hasil dari semua alternative
8.       Pilih alternatif terbaik
Dalam proses pengambilan keputusan, kita tidak dapat dengan mudah melakukan prediksi akan dampak ke depannya. Oleh karena itu, dalam menentukan keputusan kita pun harus memperhatikan prinsip-prinsipnya, antara lain:
*        Gunakan suatu ukuran yang umum (misal, nilai waktu uang, nyatakan segala sesuatu dalam bentuk moneter ($ atau Rp)
*         Perhitungkan hanya perbedaannya:
a.       Sederhanakan alternatif yang dievaluasi dengan mengesampingkan biaya-biaya umum
b.      Sunk cost (biaya yang telah lewat) dapat diabaikan
*         Evaluasi keputusan yang dapat dipisah secara terpisah (misal keputusan finansial dan investasi)
*         Ambil sudut pandang sistem (sektor swasta atau sektor publik)
*         Gunakan perencanaan ke depan yang umum (bandingkan alternatif dengan bingkai waktu yang sama)
Pemecahan Masalah dalam Ekonomi Teknik
 Pemecahan masalah secara sistematis bermulai dari John dewey, seorang profesor filosofi dari colombia university. Ia mengidenfikasikan tiga seri penelitian yang terlibat dalam memecahkan suatu kontroversi secara memadai.
1.       Mengenali kontroversi
2.       Menimbang klaim alternative
3.       Membentuk penilaian
Serangkaian langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa maslah itu pertama-tama dipahami ,solusi alternatif dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih bekerja.
Langkah-langkahnya adalah sbb:
1.       Usaha persiapan = mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah dengan menyediakan orientasi sistem.
2.       Usaha definisi = mencakup mengidentifikasi masalah untuk dipecahkan dan kemudian memahaminya.
3.       Usaha solusi = mencakup mengidentifikasi berbagai solusi alternatif, mengevaluasinya, memilih satu yang tampak terbaik, menerapkan solusi itu dan membuat menindaklanjuti untuk menyakinkan bahwa masalah itu terpecahkan.
Ads not by this site
kegunaan Ekonomi Teknik dalam bidang Teknik Elektro:
     Ekonomi teknik sangat diperlukan dalam merancang proyek yang akan dilaksanakan sebelum proyek itu dimulai. seperti proyek instalasi gedung ataupun membuat robot perlu di perhitungan cermat agar terlihat dengan jelas untung dan rugi proyek tersebut sebelum dilaksanakan proyek tersebut.

Contoh Masalah:
dalam pemasangan instalasi gedung perkantoran diperlukan perancangan yang matang agar instalasi tersebut sesuai dengan apa yang telah dihitung dengan menggunakan ekonomi teknik. seorang perancang memilih bahan yang kualitasnya tahan lama atau sebentar. tergantung budget dari investor ataupun keinginan dari investor tersebut.


Contoh Soal Cash Flow

1.       seorang ibu mendepositokan sebesar $3500 dengan bunga 9%. Berapa jumlah uang saya pada akhir tahun ke -7 serta buat diagram cash flownya ?

Diketahui :
 P = $3500
i% =9%
n = 5 tahun


Ditanya :
Cash flow diagram?

Jawab:
Cash flow diagram:















2.       Putri adalah pemegang polis asuransi beasiswa. Tiap bulan biayanya sebesar $100 selama 13 tahun. Berapa seharusnya uang yang putri terima jika bunganya sebesar 20% per tahun?

Diketahui :
A = $100 x 12 bulan = $1200
i% =20%
n = 13 tahun

Ads not by this site

Ditanya :
Cash flow diagram?

Jawab:
Cash flow diagram:















3.       Seorang mahasiswa teknik elektro menginginkan uang 4 tahun mendatang sebesar Rp30.000.000 guna membiayai kuliah S2-nya kelak. Berapa uang yang harus disetor mahasiswa itu sekarang ke bank, jika diketahui rate of  interest sebesar 15% per tahun?
      Diketahui:
      F=30.000.000
      I=15% per tahun
      N=4 tahun
      cash flow diagram:

















4.       Suatu rencana investasi baru dengan cash flow sebagai berikut:
Investasi              Rp 700 juta
Annual Benefit  Rp 140 juta
Annual Cost        Rp 35 juta
Benefit lump-sum (t=4)                Rp 90 juta
Nilai sisa               Rp 100 juta
Umur investasi  10 tahun
Suku Bunga        8% /tahun
Pajak Perusahaan            20% / tahun
Susunlah cash flow setelah pajak, jika:
a.              Metode depresiasi straight line depreciation;
b.             Metode depresiasi double declining balance depreciation;
c.              Evaluasilah kelayakan rencana sebelum pajak dan sesudah pajak.
Penyelesaian:












5.       Pimpinan perusahaan akan mengganti mesin lama dengan mesin baru karena mesin lama tidak ekonomis lagi, baik secara teknis maupun ekonomis. Untuk mengganti mesin lama dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 75.000.000,‐.
      Mesin baru mempunyai umur ekonomis selama 5 tahun dengan salvage value berdasarkan pengalaman pada akhir tahun kelima sebesar Rp. 15.000.000,‐. Berdasarkan pengalaman pengusaha, cash in flows setiap tahun diperkirakan sebesar Rp 20.000.000,‐ dengan biaya modal 18% per tahun. Apakah penggantian mesin ini layak untuk dilakukan apabila dilihat dari PV dan NPV?

















referensi :
      http://belajarekonomiteknik.blogspot.com/
http://inuboa.wordpress.com/2011/09/26/tahap-pengambilan-keputusan-faktor-faktor-pada-ekonomi-teknik-dan-bunga/
http://perkuliahan-vi.blogspot.com/2011/01/ekonomi-teknik.html
http://ekonomiteknik112081081.blogspot.com/2012/02/proses-pengambilan-keputusan.html
http://perkuliahan-vi.blogspot.com/2011/01/ekonomi-teknik.html
http://ekonomiteknik112081081.blogspot.com/2012/02/proses-pengambilan-keputusan.html
http://inuboa.wordpress.com/2011/09/26/tahap-pengambilan-keputusan-faktor-faktor-pada-ekonomi-teknik-dan-bunga/
http://atterratotus.blogspot.com/2009/12/cash-flow.html

READMORE
 

PEMAHAMAN TENTANG DEMOKRASI


 
Konsep Demokrasi

    Demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Istilah Demokrasi berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan kratein yang berarti kekuasaan. Maka dapat disimpulkan bahwa demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasan pemerintahannya berada ditangan atau berasal dari rakyat.

    Menurut konsep demokrasi, kekuasaan menyiratkan arti politik dan pemerintahan, sedangkan rakyat beserta warga masyarakatnya didefinisikan sebagai warga negara. Namun, kenyataannya demos bermakna diskriminatif, yaitu demos bukanlah rakyat keseluruhan tetapi hanya mereka yang memiliki kemampuan membangun pengaruh dan menguasai suara politik yang terpilih sebagai wakil.

Bentuk Demokrasi dalam Sistem Pemerintahan Negara

Ada berbagai bentuk demokrasi dalam sistem pemerintahan negara, antara lain :



  •     Pemerintahan Monarki


Istilah Monarki berasal dari kata mono yang berarti satu dan archein yang berarti pemerintah. Maka pemerintahan monarki adalah pemerintahan yang dipimpin oleh seorang penguasa monarki (raja).

(Monarki Mutlak, Monarki Konstitusional, Monarki Parlementer)

    Monarki Mutlak :  Monarki yang bentuk pemerintahan suatu negaranya dipimpin oleh raja dan bentuk kekuasaanya tidak terbatas

    Monarki Konstitusional : Monarki yang bentuk pemerintahan suatu negaranya dipimpin oleh raja namun kekuasaan raja dibatasi oleh konstitusi

    Monarki Parlementer : Monarki yang bentuk pemerintahan suatu negaranya dipimpin oleh raja namun kekuasaannya yang tertinggi berada ditangan parlemen


  •     Pemerintahan Republik


Pemerintahan Republik berasal dari bahasa latin, res yang berarti pemerintahan dan publica yang berarti rakyat. Dengan demikian dapat diartikan sebagai pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan orang banyak (rakyat).

  • Asas Pokok Demokrasi

Berdasarkan gagasan dasar terdapat dua asas pokok demokrasi, yaitu :

    Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, serta jujur dan adil

    Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama

  • Pemahaman Tentang Demokrasi Indonesia
Demokrasi sebagai suatu mekanisme dan cita-cita hidup berkelompok yang di dalam UUD 1945 disebut kerakyatan.

Demokrasi Indonesia adalah pemerintahan rakyat yang berdasarkan nilai-nilai falsafah Pancasila atau pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat berdasarkan sila-sila Pancasila.
Demokrasi Indonesia atau pemerintahan rakyat yang berdasarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan memberi kesan bahwa demokrasi tersebut hanya berfokus pada satu prinsip dasar, yaitu sila ke-4 dari Pancasila.

Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia sejak Orde Lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi
Sesuai dengan pandangan hidup dan dasar negara, pelaksanaan demokrasi di Indonesia mengacu pada landasan idiil dan landasan konstitusional UUD 1945.

  •     Demokrasi Liberal

Pada tanggal 14 November 1945, pemerintah RI mengeluarkan maklumat yang berisi perubahan sistem pemerintahan presidensial menjadi sistem parlementer dengan sistem demokrasi liberal, dimana kekuasaan ditujukan untuk kepentingan individu atau golongan. Dengan sistem kabinet parlementer, menteri-menteri  bertanggung jawab kepada DPR.

  •     Demokrasi Pada Masa Orde Lama

Pada masa ini, demokrasi dengan sistem pemerintahan parlementer berakhir. Hal ini disebabkan karena sistem pemerintahannya berubah dari parlementer ke presidensial sesuai dengan UUD yang berlaku. Jadi, pada masa ini terjadi perubahan yang fundamental. Ciri-ciri pemerintahan pada masa ini :

- Peran domain presiden
- Terbatasnya partai-partai politik
- Berkembangnya pengaruh komunis
- Meluasnya peranan ABRI sebagai unsur-unsur sosial politik

Pada masa ini, demokrasi yang digunakan adalah demokrasi terpimpin. Namun, pada pelaksanaan demokrasi terpimpin banyak penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sehingga puncaknya akibat penyimpangan ini adalah pemberontakan G30S/PKI. Maka dengan adanya pemberontakan G30S/PKI ini berakhirlah demokrasi terpimpin dan dimulainya sistem pemerintahan demokrasi Pancasila.

Demokrasi Liberal--> Demokrasi Parlementer--> Demokrasi Terpimpin--> Demokrasi Pancasila

Perkembangan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara

  •     Situasi NKRI Terbagi dalam Periode-Periode

Periode-periode tersebut adalah sebagai berikut :
1. Tahun 1945 sejak NKRI diproklamasikan sampai tahun 1965 disebut Orde Lama
2. Tahun 1965 sampai tahun 1998 disebut Orde Baru
3. Tahun 1998 sampai sekarang disebut periode Reformasi

  •     Pada Periode Lama Bentuk Ancaman yang Dihadapi adalah Ancaman Fisik

Ancaman yang datang dari dalam maupun luar, langsung maupun tidak langsung, menumbuhkan pemikiran mengenai cara menghadapinya sehingga tahun 1954 terbit produk UU Nomor 29 tentang Pokok Pokok Perlawanan Rakyat (PPPR). Realisasi dari produk UU ini adalah Pendidikan Pendahuluan Perlawanan Rakyat yang dilihat dari kepentingannya terarah pada fisik, teknik, taktik, dan strategi kemiliteran.

  •     Periode Orde Baru dan Periode Reformasi

Ancaman yang dihadapi pada periode-periode ini adalah tantangan non-fisik dan gejolak sosial. Untuk mewujudkan bela negara, bangsa Indonesia perlu membuat rumusan tujuan bela negara. Untuk mencapai tujuan ini, bangsa Indonesia perlu pemahaman ketahanan nasional sebagai perekat dan pengikat bangsa dalam satu kesatuan yang utuh.
READMORE